Cerita Ngentot Kulumat Payudara Tante Suti Yang Tegang...
Hari itu badanku terasa pegal-pegal semua. Aku semalam tadi habis
lembur mengerjai Mama dan Mbak Ani. Kucoba kurebahkan diriku di kasur
mencoba untuk tidur. Tapi karena kecapekan badanku terasa makin sakit.
Akhirnya kuputuskan untuk memenggil Bik Suti untuk memijat diriku.
“Bik, bisa minta tolong ga?” kataku di balik pintu kamar Bi Suti.
“Oh, Den Anton. Ada perlu apa, Den?”
“Bik, tolong pijitin aku yah, badanku pegal semua nih.”
“Iya, Den.”
Tanpa
banyak bicara, segera saja kutarik tangan Bik Suti menuju ke kamarku.
Begitu sampai di kamar, pintu segera kukunci rapat-rapat tanpa
sepengetahuannya. Segera kurebahkan tubuhku di atas kasurku yang empuk
itu.
“Bik, kok bengong aja. Cepetan dipijitin dong, udah capek banget nih.”
Bik
Sutipun memposisikan dirinya disampingku. Diarahkan tangannya ke
leherku. Dengan lembut dia memijit leherku dan juga bahuku. Akupun
akhirnya terangsang juga dengan pijatan-pijatan Bik Suti. Kurasakan
penisku terjepit, karena saat itu aku sedang tengkurap.
Pijatan-pijatan
Bik Suti kemudian turun ke punggungku dan ke pantatku. Ku merasa
keenakan karena pantatku dipijat seperti itu. Peniskupun menjadi semakin
sakit karena terjepit. Kusuruh Bik Suti untuk berhenti dan kemudian
kulepas semua pakaian yang melekat hingga akhirnya aku telanjang bulat.
Kulihat wajah Bik Suti memerah melihat penisku yang sudah dalam ukuran
sempurna itu.
Kubaringkan tubuhku lagi, dengan posisi terlentang
penisku terlihat jelas di mata Bik Suti. Dengan malu-malu mata Bik Suti
melirik kemaluanku.
“Den, penisnya biar Bibik pijat juga yah. Pasti penis Den Anton kecapekan, kan tiap hari dipake terus.”
“Lho, kok Bik Suti bisa tahu?”
“Iya, Den. Habis tiap malam Bibik ga bisa tidur mendengar suara Nyonya
sama Mbak Ani yang lagi maen ama Den Anton. Rame banget sih suaranya.”
“Bik Suti mau ga maen sama Anton?” tanyaku mencoba untuk merangsangnya.
“Ah, Aden..” jawab Bik Suti malu.
Digenggamnya
penisku itu, lalu perlahan dipijit. Mulai dari ujung sampai pangkal
penisku dipijit oleh Bik Suti. Tak ketinggalan juga dengan dua buah
pelir yang menggantung di bawahnya. Pijatan pada penisku sungguh sangat
enak sekali. Kuberanikan tanganku mengelus paha Bik Suti yang mulus itu.
Dia diam saja. Kuraba pahanya dan terus naik hingga masuk ke dalam
roknya. Kuusap-usap vaginanya yang masih terbungkus dengan CD. Kucoba
memasukkan jariku disela-sela CD-nya.
“Ouugghh.. tangan Aden nakal..” Bik Suti mengerang menahan rangsangan yang kuberikan.
Tanpa
kuduga, wajah Bik Suti mendekat ke kemaluanku. Dikulumnya penisku
hingga basah semua. Bik Suti sungguh pandai mengulum penisku. Karena
kurasakan aku hampir sampai kusuruh Bik Suti untuk berhenti. Kutindih
tubuhnya dan segera kubuka CDnya yang masih melekat. Segera saja
kuarahkan penisku itu ke lubang vaginanya.
Dengan
susah payah kucoba untuk menembus pertahanannya. Tapi selalu saja
gagal. Akhirnya dengan bantuan Bik Suti, peniskupun berhasil masuk juga.
Kodorong pelan-pelan agar tidak terlepas dari jalurnya. Perlahan
kokocok penisku. Bik Suti cuma bisa merem-melek menerima serangan
dariku. Tangannya meremas-remas payudaranya sendiri yang masih
terbungkus bajunya.
Kutarik
dengan paksa baju yang masih melekat itu hingga sobek. BH-nya yang juga
menghalangi kutarik dan kubuang jauh-jauh dari tempat tidurku. Segera
saja kulumat payudara Bik Suti yang sudah tegang. Kurasakan lubang Bik
Suti sudah basah oleh cairannya sendiri. Kocokanku semakin lama semakin
kupercepat, dan akhirnya.
“Bik, Anton mau keluar nih..”
“Iya, Den. Keluarin aja di dalam..Biar enak..Aahh..Oouugghh..Bibik juga mau keluar, Den.”
Crroott..crroott..
Akhirnya kami berduapun orgasme bersamaan. Segera kutarik penisku dan
kuarahkan ke wajah Bik Suti. Mengerti dengan maksudku penisku langsung
dikulumnya.
Lihat Juga :
Cerita Ngentot Shinta Anak Yang Alim